Musim Kemarau tapi Sering Hujan, Begini Penjelasan BMKG Lampung
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung sebelumnya memprediksi puncak kemarau terjadi Juli atau Agustus 2023.
Menariknya, pada Juli ini curah hujan di Provinsi Lampung masih tinggi. BMKG menyebut gangguan atmosfer sebagai salah satu penyebab.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan saat ini potensi hujan di Provinsi Lampung sering terjadi.
Selain gangguan atmosfer, hujan pada musim kemarau disebabkan perlambatan aliran massa udara di wilayah Lampung.
"Sehingga berpotensi menambah pasokan uap air di wilayah Lampung," jelasnya, Minggu (26/6/2023).
Rudi menerangkan saat ini suhu muka laut di sekitar Lampung terpantau hangat yaitu sekitar 29 derajat celcius - 30 derajat celcius.
"Dengan anomali +0,5 hingga +1,0 khususnya di Lampung bagian timur dan selatan," pungkasnya.
Bencana Hidrometeorologi
Terkait antisipasi peningkatan curah hujan, Rudi mengingatkan masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi dimaksud seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi.
Kemarau
Hujan
BMKG Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
