Mahasiswa Universitas Teknokrat Lolos Pertukaran Pemuda Internasional YSEALI 2023
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Pembelajaran sastra di Program Studi Sastra Inggris membuka mata Sekar dan teman-teman sekelasnya akan isu-isu perempuan, seperti pelecehan seksual, kesehatan mental, stigma masyarakat, produktivitas ekonomi dan sebagainya.
Atas dasar ini, Sekar bersama teman-temannya yakni Risma Amalia Saadah dan Shavina Lestiani telah merintis social project berjudul “Girls Go Beyond” pada akhir tahun 2022, yakni sebuah rangkaian program pelatihan dan penyuluhan untuk remaja perempuan.
Project ini lahir merespon maraknya perempuan yang menjadi object kekerasan seksual dan perempuan yang menghadapi masalah percaya diri.
Bagi Sekar sendiri, program ini sangat terkait dengan masalah yang hadir di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai perempuan yang lahir di tengah area industri, banyak remaja perempuan yang memilih langsung bekerja atau menikah.
Pilot project ini telah dilaksanakan dengan mengundang rekan atlit pencak silat dan personal grooming entusiast untuk 30 mahasiswa baru perempuan di Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan. Kegiatan ini direspon baik oleh mahasiswa baru dikarenakan isu ini sangat rentan dan penting untuk ditanggulangi.
Sekar lolos program YSEALI melalui skema Civic Engagement Program atau program pemberdayaan masyarakat salah satunya melalui Program Girls Go Beyond ini disamping track record organisasinya.
“Program YSEALI ke depan ini akan membawa saya pada pengalaman dan kegiatan yang baru dan saya tidak akan pernah menyangka sebelumnya. Saya juga akan melihat bagaimana melihat budaya saya, budaya Indonesia, di mata orang lain.”
“Saya berharap dapat melanjutkan cita-cita project “Gilrs Go Beyond” dengan pengetahuan dan pengalaman yang akan saya peroleh melalu YSEALI Academic Fellowship ini. Saya juga berharap, kedepannya saya bisa menjadi seseorang yang bisa lebih banyak menebarkan semangat, inspirasi dan kebaikan untuk banyak orang,” lanjut Sekar.
Universitas Teknokrat Indonesia melalui Kantor Urusan Internasional dan Program Studi Sastra Inggris melakukan proses pembimbingan untuk mahasiswa agar dapat mengikuti proses seleksi program internasional secara maksimal.
Dalam persiapan YSEALI ini, Suprayogi, M.Hum. selaku Kaprodi Sastra Inggris dan Intan Hamzah, M.Pd. selaku Kepala Kantor Internasional Universitas Teknokrat Indonesia merancang program pelatihan mulai dari persiapan berkas hingga interview.
Universitas Teknokrat Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
