Mahasiswa Teknik Elektro UTI Kembangkan Mesin Pengering Biji Kakao
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus mendukung mahasiswanya agar dapat bermanfaat untuk masyarakat.
Salah satunya seperti dilakukan Aldi Nurmawan, mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) yang mengembangkan mesin pengering biji kakao di Desa Mekar Jaya, Lampung Utara.
Inovasi ini merupakan hasil skripsi Aldi yang dikembangkan berdasarkan masalah dan dirasakan oleh petani biji kakao di Desa Mekar Jaya.
Karena petani biji kakao masih menggunakan proses pengeringan konvensional atau panas matahari sebagai media pengering biji kakao.
"Jadi saat musim hujan petani tidak bisa menjemur biji kakao dan mengakibatkan kualitas biji kakao buruk, hingga menurunkan hasil penjualan," ujar Aldi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/10/2023).
Berdasarkan permasalahan tersebut, Aldi membuat alat tersebut untuk menghasilkan biji kakao yang kering secara maksimal dengan waktu yang cukup singkat, memudahkan petani dalam memantau tingkat pengeringan biji kakao, serta tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca, sehingga proses pengeringan biji kakao menjadi lebih cepat dan maksimal.
Alat pengering biji kakao berbasis Arduino adalah sistem otomatisasi yang menggunakan mikrokontroler Arduino untuk mengontrol proses pengeringan biji kakao.
Berikut adalah beberapa spesifikasi umum yang mungkin dimiliki oleh alat pengering biji kakao berbasis Arduino:
1. Sensor Suhu dan Kelembaban
Sensor suhu dan kelembaban digunakan untuk mengukur kondisi lingkungan di sekitar biji kakao. Contoh sensor yang digunakan mungkin adalah DHT22 atau sensor serupa.
Mahasiswa
Teknik Elektro
UTI
Mesin Pengering Biji Kakao
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
