Kota Metro, 81 Tahun Lalu dan Sekarang

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

9 Juni 2018 07:00 WIB
Historia | Rilis ID
Kian Amboro, Sejarawan Universitas Muhammadiyah Metro
Rilis ID
Kian Amboro, Sejarawan Universitas Muhammadiyah Metro

Tepat tengah hari pukul dua belas siang, jamuan makan siang dimulai, setelah itu dilanjutkan dengan pidato kembali oleh Residen Rookmaaker, dalam pidatonya ia menyampaikan agar terus melanjutkan penyelesaian kolonisasi di Metro dalam sistem pemerintahan baru yang telah terpisah dari desa induk.

Pada kesempatan yang sama Rookmaaker juga menyerahkan urusan pemerintahan yang membantu pemerintah Hindia Belanda kepada  Asisten Wedana Metro. Acara ditutup dengan penyerahan keris kepada Asisten Wedana Metro oleh Residen Rookmaaker dan bersama-sama menyaksikan hiburan dari rakyat.

Tiga hari kemudian Sabtu, 12 Juni 1937 surat kabar Batavia Courant, dan juga Indische Courant yang terbit pada tanggal 15 Juni 1937, memberitakan bahwa pada tanggal 9 Juni 1937 telah diresmikan sebuah tugu peringatan di pusat kolonisasi Sukadana, yaitu Metro, oleh Residen Hendrik Roelof Rookmaaker.

Tugu peringatan setinggi 4 meter itu didirikan untuk memperingati keberhasilan kolonisasi di Sukadana dan sebagai bentuk memori atau kenang-kenangan bagi Residen Rookmaaker yang pada hari itu selesai dari tugasnya menjadi Residen Distrik Lampung.

Tugu peringatan tersebut terletak persis di tengah-tengah kota dan di perempatan jalan utama. Tugu yang berlabel marmer pada bagian depannya, terukir sebuah kalimat Ter herdenking aan het succesvolle kolonisatiewerk van den resident H.R. Rookmaaker, 1933-1937 (untuk mengenang keberhasilan kerja kolonisasi Residen H.R. Rookmaaker, 1933-1937). Pada bagian sebaliknya tertulis dengan aksara Jawa dengan makna yang sama.

Diberitakan juga pada hari itu telah dilaksanakan peresmian Metro sebagai pusat pemerintahan kolonisasi di Sukadana. (disarikan dari berbagai sumber: Bataviaasch Nieuwsblad, 12 Juni 1937 – Indische Courant, 15 Juni 1937 – Java Post; Verhalen over Nederlands-Indie, Een land met toekomst – Koloniale Monumenten; Resident Rookmaaker, Metro, 1937). Sumber gambar: Tropenmuseum, NMvW, Amsterdam

***

Hari ini, pada tanggal yang sama, Metro memperingati hari jadinya yang ke-81. Seperti pada umumnya, cerita dari masa lampau akan kembali dibuka untuk mengingatkan kembali bagaimana para pendahulu memulai jalannya sejarah.

Selain itu juga, lembaran sejarah akan kembali dibuka untuk merasakan semangat heroisme para founding fathers, dan refleksi hari jadi dalam berbagai bentuk kegiatan seremonial semakin menyemarakkan momen penting tersebut.

Sayangnya euforia perayaan hari jadi sebuah daerah, terkadang hanya bersifat padat aktivitas, padat biaya, tetapi kurang makna bahkan tak terhayati oleh warganya. Kesan yang terbangun adalah hanya perayaan hari jadi. Tak salah memang, apalagi situasi kebersamaan antara pemerintah dengan warganya sangatlah perlu.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya