Kecewa dengan Pihak Kampus, Diskusi Publik BEM FEB Unila Tetap Digelar
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Meskipun tidak mendapatkan izin dari pihak kampus Universitas Lampung (Unila). Diskusi Publik dengan tema Menatap Indonesia Maju Tentang Masa Depan Global dan Middle Income-Trap dengan menghadirkan Rocky Gerung, tetap dilanjutkan.
Diskusi tersebut, rencananya akan dihadiri oleh Rocky Gerung, akademisi Rudi Antoni, Wakil Ketua KPK 2014-2019 Saut Situmorang dan Ahli Ekonomi dan Politik Anthony Budiawan.
Gubernur BEM FEB Unila, M. Reza Pratama mengaku, dikarenakan tidak mendapatkan izin dari pihak Unila. Diskusi publik tetap digelar Kamis (14/9/2023) sekitar pukul 13.00 WIB dan berpindah tempat.
"Kami tetap menyelenggarakan dengan nama BEM FEB Unila di GSG Pahoman," kata Reza.
Reza mengatakan, pihaknya merasa kecewa karena tidak diberikan izin dan kebebasan untuk mengadakan diskusi itu di dalam kampus.
Hal itu sesuai penjelasan dari Dekan FEB Unila Prof. Nairobi. Bahwa larangan yang dikeluarkan oleh pihak kampus, untuk menjaga kondusifitas.
"Beliau bilang, sebaiknya jangan di kampus kita. Karena kondisi kita belum kondusif dan Pak Rocky Gerung itu tokoh yang sedang bermasalah dengan Presiden Jokowi," imbuhnya .
Menurut Reza, Dekan juga menyampaikan, rasa kawatir jika dipaksakan tetap berada di lingkungan kampus. Karena akan ada orang yang kontra dengan Rocky Gerung dan mencari cara untuk membatalkan acara.
"Pak Dekan kawatir, orang-orang yang kontra mencari jalan untuk membatalkan acara. Bisa dengan cara fisik atau non fisik, sehingga beliau melarang dan tidak dilakukan di dalam kampus," pungkas Reza. (*)
BEM FEB Unila
Unila
Diskusi Publik
Rocky Gerung
Tak Dapat Izin
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
