KMBAAA Tonggak Penting Jembatan Perdamaian Dunia
Fi fita
Bandung
Hal ini menurut Rektor merupakan salah satu implementasi Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 Tentang Penguatan Moderasi Beragama. Penguatan moderasi beragama dapat menjadi solusi global dalam upaya perdamaian dunia.
Oleh karena itu, perlu didorong moderasi beragama sebagai gerakan wawasan global untuk mengatasi konflik yang masih terjadi.
Moderasi beragama dapat menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai, dan toleran di wilayah Asia Afrika dan Amerika Latin.
"Konflik antar manusia tidak boleh terjadi di zaman ini, sebab mengancam masa depan umat manusia," imbuhnya.
Sebab jika terus dibiarkan, akan berakibat kehancuran total dari peradaban manusia dan global. Para tokoh agama-agama di dunia perlu untuk bersuara lantang, agar secara signifikan dapat mengingatkan dunia tentang konsensus penting yang telah dicapai, yaitu Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tujuan pelaksanaan Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin antara lain:
Pertama, menggelorakan kembali api dan semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung dan diplomasi Indonesia di Latin Amerika tentang perdamaian dan persatuan bagi masyarakat dunia.
Kedua, mengembangkan peran diplomasi publik internasional Republik Indonesia melalui penguatan moderasi beragama.
Ketiga, mendorong terciptanya atmosfir perdamaian dan kerukunan umat beragama di dunia. Keempat, menangkal tumbuhnya budaya kekerasan dan kelompok keagamaan ekstrem.
Kelima, mengajak para pemimpin, ilmuwan, dan praktisi dari beragam latar belakang budaya, politik dan agama untuk terlibat dalam dialog yang bermakna demi meningkatkan moderasi, toleransi, kesetaraan dan keselamatan.
Uin ril
kementrian agama
mahasiswa lintas benua
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
