Jadi Calon Rektor Unila, Profesor Suharso Dorong Dosen Muda Kuliah ke Luar Negeri
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) Profesor Suharso mendorong dosen muda atau yang berusia di bawah 40 tahun, untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Hal itu merupakan program utama Suharso ketika terpilih menjadi rektor Unila periode 2023-2027 dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila.
Menurutnya, program dosen muda kuliah ke luar negeri akan membawa Unila memiliki keberagaman keilmuan, cara berpikir, karakter, dan komunikasi akademik.
"Kita akan mengusahakan remunerasi tetap dibayarkan dengan batas minimal, karena status dosen. Maka mereka izin belajar, masih bisa mengajar dan dapat remon tapi tidak optimal," ujarnya, Selasa (20/12/2022).
Dengan begitu, lanjut Suharso, dosen muda harus meningkatkan bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan melahirkan gagasan brilian.
Menurut dia, sekolah di luar negeri memiliki banyak keuntungan, di mana anak sekolah di luar negeri bisa menguasai bahasa asing.
"Seperti saya anak 2 lahir di sana, kemampuan bahasa inggris di atas rata-rata," ungkap Suharso yang saat ini menjabat Wakil Rektor IV Unila.
Tak hanya itu, pencalonannya sebagai calon rektor untuk membawa Unila bertransformasi Unila menjadi universitas kelas dunia melalui otonomi dan kolaborasi penta helix yang berkelanjutan.
Transformasi Unila itu, masih menurut Suharso, difokuskan ke sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Di sektor pendidikan, yakni menyelenggarakan pendidikan berkualitas berdasarkan ekosistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berwawasan global dan memperhatikan kolaborasi.
Calon Rektor Unila
Suharso
Dosen di Bawah 40 Tahun
Kuliah Luar Negeri
Pilrek Unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
