Ingin Tahu Asal-usul Mata Air Way Bangik di Tubaba, Ini Dia Sekelumit Ceritanya
Joni Efriadi
Tulang bawang barat
RILISID, Tulang bawang barat — Masyarakat di Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Barat), dikejutkan dengan penemuan sumber mata air di perkebunan milik warga.
Untuk menuju ke lokasi, sangat mudah bisa menggunakan kendaraan roda dua atau lebih. Karena berada di pinggir jalan lintas yang tak jauh dari pusat kota di Tubaba.
Pimpinan Pondek Pesantren Nur Alif Abah KH. Ali Qosim menjelaskan, sudah sangat lama mendengar ada sumber mata air peninggalan para leluhur dan baru ditemukan sekitar satu bulan lalu.
Menurut cerita turun temurun, sumber mata air tersebut merupakan salah satu peninggalan H. Muhammad Soleh (Tuan Pengaturan) yakni pemimpin terdahulu di lokasi yang menjadi sumber air.
Konon, warga menyebutnya dengan nama Way Bangik yang artinya air enak.
"Ceritanya, masa itu Tuan Pengaturan melakukan tirakat dan memanjatkan doa, meminta petunjuk kepada sang pencipta," ujar Abah, Senin (25/12/2023).
Dengan karomahnya, tokoh leluhur tersebut menancapkan sebuah tongkat. Setelah dicabut, keluarlah sumber mata air yang mengalir tanpa henti hingga saat ini.
"Itulah sedikit kisah tentang Way Bangik, dan harus kita jaga serta lestarikan," imbuhnya.
Abah berharap, penemuan Way Bangik yang awalnya ditemukan warga saat membersihkan lahan, dapat menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tubaba.
Sehingga, lokasi tersebut bisa dijadikan tempat wisata dan warisan para leluhur yang perlu dilestarikan.
Way bangik
Air enak
kelurahan dayamurni
Pemkab Tubaba
ponpes
lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
