Hadapi Resesi 2023, FKPPIB Gelar Seminar
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Senada, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Raden Intan Lampung Suhendra mewanti-wanti kepada para pemuda untuk kreatif membangun ekonomi. Mahasiswa Program Doktoral Untirta ini mengatakan, resesi ekonomi itu disebabkan oleh banyak faktor yang datang hampir bersamaan dan berseri.
Ekonomi dunia yang sudah memasuki era pasar bebas, menurut dosen bergelar Master Akuntansi ini, membuat semua negara akan sangat terpengaruh jika terjadi guncangan di belahan bumi lainnya.
Perang Rusia-Ukraina, misalnya, kata dia, adalah salah satu faktor pemantik ancaman resesi ekonomi global pada 2023.
“Setiap kondisi itu ada risikonya. Sekarang, ketika IT sudah menjadi alat untuk transaksi global, apa yang terjadi di belahan bumi sana berpengaruh sampai sini," kata Suhendra.
Demikian sebaliknya, menurut mantan aktivis di KNPI ini, dengan demo berhari-hari di Bandarlampung misalnya, maka stabilitas negara terganggu. Lalu, meluas kepada kebijakan ekonomi luar negeri kepada Indonesia.
Di bagian akhir, Suhendar memberi tips bagi semua anak bangsa untuk bisa terhindar dari dampak krisis ekonomi pada 2023. Antara lain, menghindari pola hidup konsumtif, melunasi hutang dan menolak hutang untuk kebutuhan non produktif, meningkatkan kinerja yang berdampak kepada penambahan pendapatan, dan menyeleksi pengeluaran kepada kebutuhan yang urgen saja.
Potong Tumpeng
Sebelum seminar, panitia yang terdiri dari Pengurus FKPPIB mengadakan seremoni sederhana menandai satu tahun berdirinya organisasi anak-anak karyawan BUMN ini.
Mereka memotong tumpeng dan berdoa bersama sebagai rasa syukur atas perjalanan organisasi yang sudah setahun berjalan.
Ini sekaligus menyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Cabang Lampung Selatan dan Pesawaran. Serta pengesahan program kerja tahun 2023 yang menjadi acuan untuk pelaksanaan kegiatan ditahun 2023.
Hadapi Resesi 2023
FKPPIB Gelar Seminar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
