Hadapi Resesi 2023, FKPPIB Gelar Seminar
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Sebab, jika terjadi situasi ekonomi global yang tidak kondusif, rakyat memiliki daya tahan karena memiliki kemandirian kebutuan pokok, terutama pangan.
Namun demikian, Bupati Way Kanan 2010—2015 ini mengatakan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan seluruh rakyat dalam mengantisipasai ancaman resesi pada 2023 ini menjadi faktor utama agar Indonesia selamat.
“Situasi ini, sebenarnya penyebab utamanya adalah perilaku kita semua sebagai rakyat. Kita abai dengan berbagai modal kemandirian," imbuhnya.
Dari kedaulatan politik, kedaulatan ekonomi, kedaulatan pangan, dan kedaulatan jati diri. Hampir semua itu tergadai kepada model liberalisme. Ini sangat berbahaya.
Dengan posisi dan peran seluruh rakyat masing-masing, Bustami mengajak semua rakyat untuk melawan ancaman resesi.
Kepada semua pemegang dan pemangku kebijakan, ia mengimbau agar memberi perhatian khusus dan lebih kepada model-model ekonomi pemberdayaan dan kebersamaan seperti koperasi.
Kepada dunia usaha, ia juga mengingatkan jangan terlalu berorientasi kepada pasar dunia yang hanya berideologi untung-rugi. Kepada seluruh rakyat, agar jangan terjebak kepada gaya hidup konsumtif dan mengedepankan gengsi.
“Saya sebagai wakil rakyat terus menyuarakan agar pemerintah jangan terlalu membuka diri melalui regulasi liberal. Anda sebagai generasi muda, juga jangan larut dalam hedonisme," kata Bustami.
Bustami menambahkan, selama ini selalu dijejali iklan dan terpengaruh. Seperti makanan setiap hari adalah junk food, anek makanan siap saji produk luar negeri. Sementara makanan lokal kita tidak laku.
"Walhasil, orang Amerika sana yang kaya. Sedangkan orang tua kita yang bekerja keras setiap hari di sawah, dikebun, di pabrik tambah susah,” pungkasnya
Hadapi Resesi 2023
FKPPIB Gelar Seminar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
