Dosen IIB Darmajaya Jadi Dosen Tamu di UEL Vietnam
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi dosen tamu atau Visit Lecture di University Economics and Law, Vietnam, Senin (26/4/2021).
Muhammad Saputra menyampaikan materi Marketing Channels kepada puluhan mahasiswa secara daring melalui platform Google Meets.
Kegiatan kuliah ini juga diikuti Kepala UPT Hubungan Internasional dan Kerja Sama, Muhammad Dwiyan Aditiya dan Perwakilan International Office UEL Vietnam Mr. Nguyen Huu Tinnh.
Muhammad Saputra menjelaskan saluran distribusi (marketing channels) merupakan jalur atau rute yang digunakan untuk memindahkan produk dari produsen ke konsumen.
Saluran distribusi, kata dia, mengutip dari Philip Kotler, adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi.
“Saluran distribusi sangat penting dalam menjaga produk agar tetap dalam kondisi baik hingga ke konsumen,” ungkapnya.
Putra, biasa ia disapa, menuturkan terdapat beberapa fungsi saluran pemasaran. Diantaranya untuk kestabilan harga, promosi, pendanaan dan penyediaan informasi. Dalam pemasaran, menurutnya, terdapat tiga kelompok yang berperan. Pertama merchant atau pedagang besar yang memiliki jumlah barang banyak, tetapi tidak dikendalikan oleh produsen.
Kedua, lanjutnya, agen merupakan perantara antara produsen dengan konsumen yang tidak memiliki hak atas kepemilikan barang tersebut. Terakhir, fasilitator (lembaga pelayanan) yang tidak memiliki hak atas kepemilikan barang tersebut, tetapi hanya membantu penyaluran barang.
“Seperti lembaga keuangan, biro perjalanan dan pengiriman barang serta pergudangan,” urainya.
Terpisah, Kepala UPT Hubungan Internasional dan Kerja Sama Muhammad Dwiyan Aditiya mengatakan kegiatan Visiting Lecture merupakan bentuk dari bagian kerja sama dengan perguruan tinggi mitra luar negeri.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
