Ditinggal Orangtua Sejak Kelas VI SD, Penerima Beasiswa KIP Kuliah Kampus The Best ini Ingin Jadi Programmer
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Saya ingin jadi programmer. Ada yang membuat saya menjadi sangat termotivasi untuk bekerja di bidang tersebut dan suatu kehormatan buat saya jadi salah satunya, seperti Snowden, Ashar Fuadi, dan Irfan Jahja,” tuturnya.
Ramadan pun bersyukur dapat diterima dalam Beasiswa KIP Kuliah IIB Darmajaya di Prodi Sistem Komputer.
“Alhamdulillah puji syukur, senang, bersyukur bisa diterima di Darmajaya. Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program ini dan sangat berterima kasih kepada pihak Darmajaya sudah menerima saya sebagai mahasiswa,” kata dia.
Bersama dengan 51 penerima beasiswa KIP Kuliah, Ramadan bersilaturahmi dengan pimpinan IIB Darmajaya. Penerima beasiswa KIP Kuliah menerima pengarahan dari panitia Beasiswa KIP Kuliah.
Dalam pengarahan tersebut, Rektor IIB Darmajaya, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., diwakili Wakil Rektor 3 Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan untuk penerima beasiswa KIP Kuliah dapat mengikuti aturan selama menjalani perkuliahan.
“Karena bila nilai ataupun IPK-nya tidak memenuhi maka beasiswanya akan dicabut,” ungkapnya.
Muprihan juga memanggil Ramadan yang saat itu dijadikan motivasi kepada penerima beasiswa lainnya.
“Saya mendengar dari panitia bahwa Ramadan ini telah ditinggal kedua orangtuanya, tapi tetap berprestasi di sekolah,” ungkapnya.
Menurut dia, Ramadan dengan keterbatasan ekonomi dapat berprestasi.
“Kampus berkomitmen memberikan bantuan pendidikan kepada calon mahasiswa yang memiliki prestasi di tengah keterbatasannya,” tuturnya.
Ditinggal Orangtua Sejak Kelas VI SD
Penerima Beasiswa KIP
Kampus The Best
Ingin Jadi Programmer
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
