Cerita Mahasiswa UTI Bagas Maulana saat Pertukaran Pemuda Antarnegara di Singapura
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Bagas Maulana baru saja mengikuti program pertukaran pemuda antarnegara Singapore dan Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP) 2023.
Bagas mengatakan kegiatan yang diikuti 34 delegasi ini dilaksanakan selama enam hari. Mereka disambut dan diundang untuk makan malam sekaligus pembukaan SIYLEP fase 1.
"Hari pertama di Red Box Singapore untuk Building Capabilities of Youth Leaders in Volunteers’ Development," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/10/2023).
Mereka diperkenalkan tentang red box, sebuah wadah untuk para pemuda Singapura untuk dapat menyalurkan ide dan gagasan mereka dalam hal volunteering yang nantinya akan disampaikan juga ke pemerintah.
“Kami belajar banyak dari red box, di mana terdapat games yang memacu empati, hati, dan juga otak yang membuat kami berpikir untuk dapat berempati kepada orang lain,” ujar Bagas.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan agenda "Ground Up Initiative, Fostering Environmental Sustainability Through Volunteering" di Hotel Furama. Yang dipandu oleh para panelis ternama dari pendiri Green Nudge, dan pendiri Sustainable Living Lab (SL2).
Setelah itu, sambung Bagas, semua delegasi menuju ground-up initiative, salah satu desa buatan di Singapura yang masih ditumbuhi tanaman hijau, berbagai hewan, dan pengolahan sampah di Singapura.
“Kami pun diberi ilmu oleh orang-orang yang dahulu pernah menjadi relawan di Bird Paradise pada hari ketiga,” katanya.
Puncak SIYLEP 2023 berlangsung di hari keempat, di mana para delegasi dibagi menjadi dua tim. Bagas dan 13 delegasi lainnya bergabung ke dalam proyek Greenies.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi kami karena kami menyadari bahwa membuat volunteerism menyenangkan, tentunya akan mengundang banyak orang untuk ikut ke dalam kegiatan tersebut,” ucap Bagas.
Mahasiswa UTI
Bagas Maulana
Pertukaran Mahasiswa Antarnegara
Singapura
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
