Adanya Upaya Pelemahan KPK, Mahasiswa Harus Berani Bersuara Kritis
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Divisi Penelitian dan Pengembangan Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) mengadakan acara nonton bareng dan diskusi film “KPK The Endgame” garapan Watchdoc. Kegiatan itu digelar di Ruang Sidang Lantai II, Gedung Graha Kemahasiswaan Unila, Sabtu kemarin.
Dalam siaran tertulis yang diterima Rilisid Lampung, Minggu (6/6/2021), turut hadir sebagai narasumber diskusi Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung Chandra Muliawan.
Chandra mengungkapkan, pada dasarnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah anak kandung reformasi dan akan ‘dibunuh’.
“Banyak yang bisa dilakukan oleh mahasiswa melihat adanya upaya pelemahan KPK ini. Salah satunya dengan menyuarakan, karena kritik itu boleh saja dan harus disampaikan sekeras-kerasnya,” ujar Chandra.
Upaya pelemahan KPK juga menurut Chandra sudah ada sejak lama, bahkan sejak KPK baru berdiri.
Sementara menurut Ridho Ardiansyah, peneliti Pusat Kajian Masyarakat Anti Korupsi Dan HAM Fakultas Hukum (Puskamsikam) Unila menilai, tes wawasan kebangsaan (TWK) itu adalah upaya untuk menyingkirkan orang-orang penting dan 'motor penggerak' di KPK.
“TWK itu adalah langkah-langkah yang digunakan untuk mematikan KPK dari dalam,” tukas Ridho.
Menurut Yongki Davidson, salah satu peserta dari Politeknik Negeri Lampung mengapresiasi adanya nonton bareng dan diskusi film tersebut. Yongki menginginkan adanya pendidikan untuk menghindari korupsi dari hal yang kecil.
Pemimpin Umum UKPM Teknokra Andre Prasetyo Nugroho mengatakan bahwa kegiatan serupa akan kembali diadakan lagi. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
