Wakapolda Lampung Ajak Semua Elemen Peduli Pemilu

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Lampung Timur

20 Februari 2019 16:39 WIB
Politika | Rilis ID
Diskusi publik Semua Peduli Pemilu digelar Polda Lampung di Islamic Center Sukadana, Lampung Timur, Selasa (19/2/2019). FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Diskusi publik Semua Peduli Pemilu digelar Polda Lampung di Islamic Center Sukadana, Lampung Timur, Selasa (19/2/2019). FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Lampung Timur — Wakapolda Lampung Brigadir Jenderal Polisi Teddy Minahasa Putra mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) serentak 17 April 2019.

Menurut dia, Polda Lampung beranggapan bahwa semua tempat pemungutan suara (TPS) memiliki kategori rawan dan sangat rawan. Termasuk TPS khusus yang ada di rumah sakit maupun lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Strategi yang kita terapkan di tengah-tengah keterbatasan aparat keamanan adalah menggelar diskusi publik dan sosialisasi kepada publik tentang penyelenggaraan pemilu itu sendiri,” kata Teddy usai menghadiri diskusi publik tentang pemilu di Islamic Center Sukadana, Lampung Timur, Selasa (19/2/2019).

“Tapi dari sisi keamanan, kita justru ingin mengetuk peran serta seluruh elemen masyarakat, seluruh stakeholder, untuk bersama-sama bertanggungjawab bahwa penyelenggaraan pemilu ini bukan sekadar hajat KPU dan aparat keamanan saja,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu serentak 2019.

“Seluruh elemen bangsa ini harus bertanggungjawab terhadap suksesnya penyelenggaraan pemilu secara aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Lampung Erwan Bustami mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula supaya dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani.

“Pemilih pemula harus paham betul mana calon pemimpin yang harus dipilih baik itu visi dan misinya sehingga tidak salah pilih dalam menetukan hak pilihnya dan diharapkan tidak terpengaruh dengan berita-berita hoaks yang sering terjadi di media sosial," katanya.

Pengamat politik Universitas Lampung Yusdianto menambahkan suksesnya pemilu harus melibatkan semua pihak sehingga pelaksanaan pesta demokrasi tidak hanya sebatas ritual tetapi proses untuk menentukan siapa calon pemimpin terbaik.

“Masyarakat harus paham betul siapa calon pemimpin yang akan dipilihnya serta hindari kampanye hitam, money politik, serta hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan di antara kita,” tuturnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya