Timses Senang 'Hoaks' Ratna Sarumpaet Naikkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, baru saja merilis hasil survei terkait dampak kasus berita bohong alias hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet terhadap sentimen dan elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2019.
Hasilnya, survei itu menunjukkan bahwa kasus hoaks Ratna tersebut mampu menaikkan elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dan berdampak negatif bagi paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadizly, mengatakan, hasil survei itu mencerminkan masyarakat yang masih objektif dalam menentukan pilihannya di Pilpres 2019 nanti.
Menurut Ace, Pilpres 2019 mestinya memang diisi dengan kampanye dan cara-cara yang baik, bukan dengan menghalalkan segala cara.
"Salah satu perilaku yang buruk dalam Pilpres itu adalah dengan menebarkan berita-berita hoaks dan politik kebohongan kepada masyarakat," katanya kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).
Hasil survei LSI itu, menurut Ace, telah menunjukkan bahwa masyarakat memang tidak suka dengan berita dan informasi hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet.
Dirinya menegaskan, kasus Ratna Sarumpaet itu murni sepenuhnya karena memang kubu Prabowo-Sandiaga yang melakukan kesalahan mempercayai dan kemudian menyadari tipuan aktivis perempuan tersebut.
"Bahkan yang konpers segala itu adalah kubu mereka," ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu mengaku senang dengan naiknya elektabilitas Jokowi-Amin pasca kasus hoaks Ratna Sarumpaet tersebut.
"Namun, soal hoaksnya Ratna Sarumpaet bukanlah bagian dari strategi yang kami desain," tegasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
