Tebu Ireng Dukung Prabowo-Sandi

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

25 Oktober 2018 08:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Prabowo-Sandi ketika peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Tebu Ireng. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Prabowo-Sandi ketika peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Tebu Ireng. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ulama dari Nahdhatul Ulama yang berkumpul untuk Khittah Nuhadir pada Halaqah Nahdliyah Khittah di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur sepakat mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.

Dukungan tersebut tercatat dalam poin terakhir hasil musyawarah intern para aktivis Komunitas Garis Lurus di Jombang, Rabu (25/10/2018) malam.

"Poin terakhir yang kami sampaikan bahwa sesuai dengan hasil musyawarah intern para aktifis Komunitas Garis Lurus, maka kami bersepakat pada pilpres 2019 akan mendukung pasangan Prabowo-Sandi," kata Imam Besar NU Garis Lurus, KH Luthfi Basori dalam keterangan tertulisnya yang diterima rilis.id di Jakarta, Kamis (25/10/2018) pagi.

Ia mengatakan, Halaqah Nahdliyah Khitthah ini diadakan oleh Dzurriyah/Keturunan Para Pendiri NU, yang dimotori oleh KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) dan KH. Hasib Wahhab (Gus Hasib Tambak Beras) Jombang, dan dihadiri sekitar 50 orang dari tokoh-tokoh NU (Kultural & Struktural).

Dalam Halaqah, setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya masing, sebagai bahan diskusi.

"Adapun hasil kesepakatan bersama tersebut di antaranya NU kembali kepada ketentuan Khitthah 1926, NU tidak berafiliasi kepada Capres mana pun dalam pilpres 2019, warga NU dipersilahkan untuk memilih Capres sesuai hati nurani masing-masing," kata Lutfhi.

Dalam Halaqah Nahdliyah Khittah juga dibahas beberapa keprihatinan, di antaranya banyaknya pengikut aliran/paham/
perilaku sesat yang ternyata dilindungi oleh PBNU.

Menurut ulama, keberadaan aliran sesat Liberalisme yang tumbuh subur di kalangan pengurus NU karena mendapat back-up dari PBNU. Selain itu, Keberadaan Syiah Indonesia juga mendapat dukungan dari PBNU.

"Padahal, di jaman Mbah Hasyim Asy'ari, visi dan misi PBNU adalah memberantas aliran sesat, sedangkan saat ini terkesan menjadi pelindung aliran sesat," ungkap Luthfi.

Halaqah Nahdliyah Khittah juga membahas agar Pondok Pesantren Tebu Ireng menerbitkan ulang tulisan Qonun Asasi NU (Arab & terjemahan), serta Risalah Aswaja karya Mbah Hasyim (Arab & terjemahan) untuk menghindari banyaknya upaya pemalsuan yang dilakukan oleh tangan-tangan Liberal, yang mana mereka sengaja dan berambisi ingin membelokkan dari makna yang sesungguhnya, hingga warga NU menjadi jauh dari ajaran asli para pendiri NU.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya