Tak Sampai 60 Persen, Jokowi Diklaim Bisa Tetap 'Aman'

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

23 April 2018 17:29 WIB
Elektoral | Rilis ID
Presiden Jokowi di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Presiden Jokowi di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Meski hasil survei elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak sampai 60 persen, bukan berarti capres petahana ini dinilai tak aman melenggang di Pilpres 2019. 

Sekjen PPP, Arsul Sani menilai, masih ada faktor-faktor lain akan turut menentukan keamanan bagi seorang petahana untuk terpilih kembali.

"Banyak orang bilang bahwa angka 60 persen itu sebagai patokan aman seorang petahana akan terpilih kembali. Bagi saya, itu bukan jaminan," kata Arsul di Jakarta, Senin (23/4/2018)

Dia menjelaskan, faktor-faktor tersebut seperti rentang waktu antara survei dengan pemilu, konsistensi hasil surveinya dari waktu ke waktu.

Selain itu, menurut dia, juga terkait ada/tidaknya kebijakan yang semakin menyenangkan pemilih. Dan, tentunya siapa yang pada akhirnya akan menjadi sosok lawannya.

"Apalagi saat ini belum ada kejelasan apakah Jokowi akan berkontestasi lagi dengan Prabowo. Selain itu belum jelas juga siapa paslon-paslon yang akan saling berhadapan," ujarnya.

Dia menjelaskan capaian persentase survei pada dasarnya hanya memotret keadaan atau gambaran elektabilitas di sekitar waktu survei tersebut dilakukan.

Sebelumnya hasil survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan apabila Pilpres dilakukan saat ini, yaitu sebesar 55,9 persen. Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen.

Sementara itu, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yaitu 18,2 persen.

Survei itu dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018 sebelum Prabowo menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden di Rakornas Partai Gerindra pada 11 April lalu.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya