Swing Voters dan Undiceded Voters Kunci Menang Pilpres
RILIS.ID
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, melihat partai-partai pendukung dua kubu capres belum kompak dan maksimal.
”Seakan mereka hanya menunggu bola panas atau bola liar. Ini bisa berdampak bagi pasangan capres,” kata Jerry kepada rilis.id, Minggu (27/1/2019).
Menurut Jerry, ada kemungkinan kedua kubu hanya ngotot memenangkan partai agar tidak didegradasi atau hanya meloloskan calonnya.
Jokowi yang saat ini didukung partai raksasa seperti PDI-P dan Golkar dan Prabowo dengan Demokrat, PKS, dan PAN belum tampil all-out. Ini tentu membahayakan capres.
”Lantaran intervensi partai sangat penting. Ada party power dan people power,” sambung Jerry.
Dia menyarankan kedua kubu bermain isu politik kekinian. Lantaran untuk menyentuh dan menjangkau pemilih harus ada new concept and breaktrough.
”Mereka harus mampu meyakinkan 20-25 persen golput atau undiceded voters. Begitu pula swing voters. Pada Pemilu 2014 swing voters sekitar 40 persen,” bebernya.
Jerry melihat perburuan dua kubu, khusus pemilih milenial begitu gencar antara Jokowi dan Sandiaga, bukan Prabowo.
”Dari 185 juta pemilih milenial ada 40 persen atau 80 juta jadi milenial dan undiceded serta swing voters punya peran penting menang dalam pilpres,” tutupnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
