Survei LRP Elektabilitas Gerindra Turun, Mikdar: Itu Bukan Patokan

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

7 Januari 2019 13:29 WIB
Politika | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

RILISID, Bandarlampung — Lembaga Riset Publik (LRP) mengeluarkan hasil survei elektoral atau keterpilihan partai politik pada Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Partai Gerindra menurun.

Manajer Riset LRP, Arvan Maulana menilai kabar bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat elektabilitas Partai Gerindra menurun.

Dari hasil survei LRP pada pekan keempat bulan Desember 2018 menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra di Desember 2018 turun menjadi 17%, dibandingkan pada Oktober yang tercatat sebesar 18,6%.

"Suka atau tidak suka, hasil riset kami menunjukkan kabar bohong atau hoaks, isu kampanye negatif dan kampanye hitam berpengaruh pada penurunan elektabilitas Partai Gerindra," kata Arvan.

Dia menilai hoaks tidak boleh lagi dianggap remeh dan harus diantisipasi sejak dini mengingat penyelenggaraan Pemilu 2019 sudah dekat yaitu 100 hari lagi. Ditambahkannya mesin partai harus bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas partai, karena berdasarkan survei LRP pemilih yang belum menentukan pilihan pasa Oktober 2018 tercatat 16,6% dan menurun menjadi 13,2% di Desember 2018.

"Tiap kampanye hitam di media berimplikasi negatif pada parpol sehingga bagaimana 100 hari ini mesin partai bekerja meraih simpati masyarakat dan pemilih yang belum memilih," terangnya.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia yang telah memiliki hak pilih dengan teknik multistage random sampling.

Margin of error survei tersebut diperkirakan kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95% dan pengumpulan data lapangan dilakukan pada pekan keempat Desember 2018.

Sementara itu, dimintai tanggapannya terkait hasil  survei LRP tersebut, Wakil Ketua DPD Gerindra Lampung Mikdar Ilyas menegaskan bahwa Itu bukan jadi patokan.

Pasalnya, seperti yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta waktu itu, elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno terbilang rendah. Namun, justru hal itu berbalik menjadi pemenang pas hari H.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya