Survei, 24,1 Persen Basis Parpol Koalisi Jokowi Bisa Membelot ke Prabowo

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

23 Januari 2019 21:54 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan, basis pemilih partai politik koalisi pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak solid mendukung paslon nomor urut 01 tersebut.

Bahkan dari data yang dihimpun, dapat disimpulkan jika 75,9 persen basis pemilih Jokowi-Ma'ruf dari 9 partai koalisinya dinyatakan royal kepada pasangan 01 tersebut. Sedangkan yang masih split atau bisa berubah mencapai 24,1 persen.

"Hal ini disebabkan masih adanya split ticket voting," kata peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida saat memaparkan hasil survei "Split Ticket Voting dalam Pilpres 2019", di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

"Split Ticket Voting" merupakan perilaku pemilih yang memberikan suara kepada paslon yang berbeda dari yang dicalonkan oleh parpol yang didukung.

Menurut Rizka, basis Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Jokowi-Ma'ruf mencapai 56,2 persen, sementara Koalisi Adil Dan Makmur pengusung Prabowo-Sandi 26,2 persen. Selebihnya merupakan kelompok non partisan dan basis partai di luar koalisi pengusung dan pendukung.

Survei Indikator Politik ini dilakukan dalam rentang waktu 16-26 Desember 2018 melalui wawancara langsung. Dengan menerapkan sistem multistage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang dilibatkan sebanyak 1.220 dengan margin of error 2,9 persen.

Dalam simulasi dua pasangan calon yang dilakukan oleh Indikator, dengan pertanyaan jika pemilihan presiden diadakan sekarang siapa yang akan dipilih. Maka, PKPI yang berada di koalisi Jokowi-Ma'ruf menjadi partai yang paling solid, 100 persen pemilihnya mendukung paslon nomor urut 01.

Di posisi kedua, yakni PSI sebanyak 91,9 persen pemilihnya memilih Jokowi-Ma'ruf, sementara 8,1 persen membelot ke Prabowo-Sandi. Di posisi tiga diduduki PDIP sebagai pengusung utama Jokowi.

"Sebanyak 90,1 persen basis PDIP memilih Jokowi-Ma'ruf, sementara 6,0 persen berpaling ke Prabowo-Sandi. Dan 3,9 persen tidak menjawab," ujarnya. 

Sementara itu, tiga partai yang memiliki split ticket voting paling tinggi atau tidak solid diisi oleh Partai Hanura, PPP dan Golkar. Split basis pemilih tiga partai ini masih di atas 30 persen. Basis pemilih PPP yang mendukung 01 hanya 53,7 persen dan 43,2 persen ke Prabowo-Sandi serta 3,1 persen tidak menjawab.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya