Sudirman: Enggak Mungkin Tim Kita Bikin Tabloid 'Indonesia Barokah'

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

24 Januari 2019 10:31 WIB
Elektoral | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Jakarta — Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menyatakan, tidak risau atas peredaran ribuan eksemplar Tabloid 'Indonesia Barokah' pada sejumlah masjid di Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ia mengatakan, tabloid itu menyebarkan fitnah yang menyudutkan paslon tertentu merupakan cara primitif dan bertentangan dengan prinsip Prabowo-Sandiaga yang menganggap pesta demokrasi sebagai ajang memberikan pendidikan politik bagi rakyat.

"Biar masyarakat lihat deh, itu cara-cara primitif menurut saya dan sudah dari awal saya mengatakan, ayo kita adu gagasan, adu kebaikan, adu pesan-pesan baik, jangan menyebarkan hal begitu. Biar masyarakat menilai. Nggak mungkin kan kita bikin sendiri, yang bikin kan pasti orang lain. Jadi biar saja," kata Sudirman di Jakarta (24/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa peredaran Tabloid Indonesia Barokah tidak akan menggembosi elektabilitas Prabowo-Sandi di pilpres nanti.

"Justru sebaliknya, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini menyebut pihak yang menyerang Prabowo-Sandiaga dengan membabi-buta adalah pihak yang takut kalah," kata Sudirman.

Menurutnya, masyarakat sudah cukup cerdas, karena tabloid bukan satu-satunya sumber bacaan. Mereka nonton tv, punya medsos, punya akses kepada jejaring internet, jadi pihaknya tidak terlalu khawatir dengan hal itu.

"Kalau menyerang terlalu bombastis, katanya yang menyerang itu tanda-tanda tidak secure. Saya pernah dengar penuturan seorang ahli perilaku hewan. Hewan yang menyerang itu, tanda hewan itu sedang tidak nyaman, sedang tidak aman. Jadi melakukan tindakan begitu," kata Sudirman dilansir Antara.

Diketahui, tabloid 'Indonesia Barokah' beredar di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Konten dari tabloid ini berisi pemberitaan yang banyak menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi.

Belum ketahui pihak mana yang menyebarkan tabloid itu. Pihak Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma'ruf tidak setuju dengan adanya tabloid yang disebarkan di masjid ini.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya