Sudin Ancam Sanksi Anggota DPRD dari PDIP yang Membelot di Pilkada Pesawaran
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Lampung Sudin mengancam akan memberikan sanksi kepada anggota DPRD Pesawaran dari Fraksi PDIP yang tidak patuh terhadap perintah partai.
"Saya masih mendengar ada anggota fraksi yang masih 'colek' sana, 'colek' sini terkait dukungan calon bupati Pesawaran," kata Sudin saat Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) dan Musyawarah Anak Cabang di Sekretariat DPC PDIP Pesawaran, Rabu (14/10/2020).
"Lanjutkan 'colak-coleknya', nanti saya bisa 'colek' juga," sambungnya.
Sudin kembali menegaskan bahwa PDIP telah merekomendasikan Dendi Ramadhona dan Marzuki (Dendi-Marzuki) di Pilkada Pesawaran.
"Hari ini PDIP telah merekomendasikan Dendi-Marzuki, jadi sebagai kader partai jangan membangkang. Karena tidak ikut perintah partai merupakan sifat pengkhianat," tegas ketua Komisi IV DPR RI itu.
Jika masih ada yang membelot, Sudin mempersilakan kepada anggota DPRD Pesawaran dari PDIP untuk segera meninggalkan partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Anggota Fraksi PDIP Pesawaran kalau tidak mau nurut dengan instruksi partai, silakan mundur dari PDIP. Bagi anggota fraksi yang tidak nurut, nanti kami DPD PDIP Lampung akan gelar (pemberhentian) pleno dengan bukti-bukti yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Pesawaran Endro S Yahman menyoroti kinerja Bawaslu terkait penertiban alat peraga kampanye (APK) salah satu paslon yang masih menggunakan atribut PDIP.
"Panwaslu ini katakanlah overdosis. Dia tidak tahu mana yang boleh, mana yang tidak, sehingga dia tidak berlandaskan PKPU dan Perbawaslu. Ini kesannya mereka tidak menjadi wasit yang baik. Posisi penyelenggara ini haruslah independen, jangan overdosis," katanya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
