Soal Koalisi Keumatan, PDIP: Nyali Kami Tak Usah Ditanyakan Lagi
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku tak gentar dengan rencana terbentuknya koalisi keumatan setelah pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Imam Besar FPI Rizieq Shihab.
Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari, menegaskan, partainya itu tak perlu lagi dipertanyakan soal keberaniannya dalam setiap kontestasi pesta demokrasi.
"Soal nyali, tampaknya enggak usah ditanyakan lagi," kata Eva kepada rilis.id, Selasa (5/6/2018).
Dia mengatakan, PDIP telah melewati berbagai dinamika sejarah perpolitikan di Indonesia. Menang dan kalah, lanjutnya, juga sudah dilewati berulang kali dalam berbagai pesta demokrasi baik pemilihan umum, pemilihan presiden dan juga pemilihan kepala daerah.
"Baik bersama-sama atau koalisi, maupun sendirian bertarung," ujarnya.
PDIP, imbuh Eva, tetap menjaga kepribadian dan ideologinya sejak awal berdirinya pada 1930 silam. Hal itu, lanjut dia, yang membuat partai tersebut tetap bertahan hingga kini.
"Bisa bertahan karena menjaga kepribadian yaitu bersikap ideologis dan menjaga persatuan, kesatuan, menjaga republik yang berbhineka ini. Menjauhi sektarian dan tetap pro wong cilik," pungkasn
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
