Siti Zuhro: Gatot Cium Tangan SBY Ibarat Junior Hormat ke Senior

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Jakarta

4 Juni 2018 10:42 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro menilai aksi cium tangan Gatot Nurmantyo ke ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono merupakan representasi penghormatan junior kepada seniornya. Pasalnya, di militer, Gatot adalah junior SBY. 

"Ini memang kekhasan Indonesia, nilai budaya Indonesia senior menyayangi junior dan junior menghormati senior. Itu budaya tidak hanya keluarga tapi juga di komunitas bahkan hubungan antar elite," katanya pada Senin (4/6/2018).

Menurut Siti, aksi Gatot itu bisa dimaknai bermacam-macam karena memang saat ini mendekati tahun politik. Bisa jadi, aksi cium tangan itu merupakan simbol untuk meminta doa restu kepada SBY, sekaligus meminta dukungan Demokrat. 

"Kita tahu tahu ini politik. Menyongsong pengusungan Capres dan Cawapres. Tidak mungkin tidak terkait politik
Memang tidak dimaknai respect, selain rasa hormat dan menghargai, berterima kasih dan berkata lain mohon doa restu dan didukung," tambahnya. 

Dijelaskannya, besar kemungkinan Partai Demokrat akan mengusung Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019 mendatang. 

"Kalau saya melihat skenario nanti bisa ada tiga pasang. Seperti Pilkada DKI nanti skemanya mungkin seperti itu," pungkasnya. 

Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian dan juga bos CT Corp, Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2018) kemarin. Dalam acara tersebut, Gatot mencuri perhatian ketika terlihat mencium tangan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya