Gerindra: Siapa pun Tak Boleh Halangi Gerakan #2019GantiPresiden
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, meminta pemerintah untuk tidak menghambat atau menghalangi gerakakan #2019GantiPresiden.
Karena, dari pihak KPU dan Bawaslu saja, kata dia, tak ada ketentuan yang membatasi gerakan tersebut. Menurutnya, tak ada yang bisa melarang ekspresi itu.
"Menurut saya gerakan #2019GantiPresiden itu ekspresi yang tak bisa dibatasi, bahkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekalipun," kata Ferry di Jakarta pada Sabtu (4/8/2018).
Gerakan #2019gantipresiden, kata dia, disampaikan melalui koridor yang sudah diatur oleh hukum. Di mana ada kebebasan menyampaikan pendapat.
"Ya saya rasa jalan terus aja," ujarnya.
Jangan sampai ketika gerakan ini makin meluas, dan diterima khalayak malah membuat pihak penguasa khawatir. Lalu, enggan menggunakan instrumen-instrumen untuk membatasinya.
Bahkan, katanya, saat pendaftaran capres-cawapres nanti di KPU, dirinya akan mengenakan baju #2019GantiPresiden. Sebab, memang KPU sendiri tidak melarangnya.
"Saya aja pakai kaos itu nanti #2019GantiPresiden ke KPU," ungkap dia.
Sebelumnya, MUI Jawa Barat melarang adanya kegiatan apel #2019GantiPresiden. Ketua DPP Partai Gerindra, Sodiq Mujahid, menyebutkan kalau ekspresi ini adalah bagian dari dinamika demokrasi.
Semua lembaga termasuk MUI, kata dia, harus turut menjaga dan menumbuhkembangkannya bukan malah sebaliknya, di mana membatasi gerakan tersebut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
