SBY Telepon Khofifah, Ini Isi Pembicaraannya
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba saja menghubungi calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela-sela pantauan hasil hitung cepat atau quick count yang digelar di DPP Demokrat.
Sambungan telepon yang di-loudspeaker itu terdengar oleh para awak media yang baru diperkenankan masuk ke ruang pemantauan untuk mengambil gambar. Dalam pembicaraannya, SBY mengucapkan syukur dan berterimakasih pada Khofifah.
"Kita perlu mengucap syukur Alhamdulilah karena dengan quick count yang sudah hampir 100 persen Alhamdulilah antara jarak antara Ibu Khofifah-Emil dan Saifullah-Puti jauh. Hampir 10 persen. Tentu ini aman meskipun demikian harus kita ikuti proses penghitungan yang riil nanti. Sekali lagi kita bersyukur dan peran Ibu nanti jika mulai memimpin harus dirangkul semuanya," kata SBY dalam sambungan teleponnya kepada Khofifah, Jakarta, Rabu (27/6/2018).
Khofifah pun merespons ucapan SBY. Tak banyak yang dikatakannya. Ia hanya menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah rakyat.
"Siap Bapak," ujar Khofifah menyambut.
Lebih jauh, SBY pun berpesan agar Khofifah merangkul semua pihak meskipun ia menang dalam Pilgub Jawa Timur ini. Ia juga berharap agar di tangan Khofifah, Jawa Timur bisa dibawa ke arah lebih baik.
"Kompetisi sudah selesai semua rakyat Jatim diayomi dan disayang. Saya yakin itu kepribadian Ibu. Tidak memisah-misahkan, rekonsiliasi dalam arti diajak bareng-bareng itu menjadi kekuatan," ungkapnya.
Ia pun sempat menyampaikan pepatah yang dibuat putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di mana menjadi peringatan untuk tetap tidak lupa diri bila menang dalam kompetisi.
"Jadi ada pepatah AHY bilang 'Menang tidak terbang kalah tidak patah'. Saya hanya berpesan sambil bersyukur konsolidasi dan rangkul semuanya ayomi semuanya sehingga Jawa Timur Insya Allah makin maju yang sudah baik dilanjutkan dan yang belum baik diperbaiki," tutupnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
