SBY: TNI, BIN dan Polri Harus Netral di Pilkada
Anonymous
Bogor
RILISID, Bogor — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap agar aparat negara seperti TNI dan Polri netral dengan tidak memihak ke salah satu pasangan calon kepala daerah. Menurutnya, hal inilah yang terjadi ketika ia memimpin menjadi Presiden RI kala itu.
"Saya konsisten, sewaktu saya masih menjadi presiden tahun 2009 dulu saya juga capres, partai politiknya saya pimpin juga mengikuti pemilu. Saya sampaikan, waktu itu dihadapan para jenderal, laksamana, marsekal, TNI baik AD, AL, AU dan Polri di hadapan pers, supaya netral. Kemudian para birokrasi, waktu itu saya masih capres, dan juga parpol yang saya ikuti juga begitu, netral. Dari pusat sampai ke bawah," katanya di cikeas, Bogor, Rabu (27/6/2018).
Ia pun berharap agar setidaknya netralitas juga terjadi dalam pilkada kali ini. Sebab, menurutnya, hal itu menjadi amanah konstitusi yang patut dijalankan oleh aparat negara.
"Sebagaimana saya sampaikan beberapa hari lalu saya juga bermohon agar negara, pemerintah, BIN, polri, dan TNI netral. Itu amanah konstitusi. Itu sumpah dan jabatan para abdi negara termasuk TNI, Polri dan BIN. Saya kira yang saya sampaikan ini juga harapan rakyat indonesia," paparnya.
Lebih jauh ia pun berpesan agar pilkada serentak ini bisa dilaksanakan dengan adil, jujur dan aman. SBY mengatakan agar semua pihak calon kepala daerah bisa legowo apabila menerima kekalahan.
"Tujuannya itu supaya kalau memang tidak terpilih kalah ya harus menerima karena memang pelaksanaannya jujur dan adil, sebaliknya kalau tidak jurdil saya khawatir nanti ketidakpuasan itu dilampiaskan dengan cara cara yang tidak baik, inilah yang harus kita cegah dan itulah yang ada dalam hati dan pikiran saya," tutupnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
