Raih Suara Mengejutkan, Paslon Asyik Disebut Manfaatkan Injury Time
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meraih hasil mengejutkan di Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Meski tak pernah diunggulkan dalam survei, paslon itu bisa menyalip dua pasangan lain, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) serta bersaing dengan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).
Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Firman Manan, menilai, paslon Asyik yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS tersebut bisa memanfaatkan masa injury time atau menit-menit akhir di Pilkada Serentak 2018.
"Mengacu kepada temuan lembaga-lembaga survei di minggu-minggu terakhir menjelang pencoblosan, tingkat swing voters termasuk undecided voters masih sekitar 20 persen. Dengan demikian, upaya mempersuasi pemilih di saat-saat terakhir sangat menentukan," kata Firman kepada rilis.id, Kamis (28/6/2018).
Firman menjelaskan, karakteristik pemilih di Jawa Barat adalah menentukan pilihan di saat-saat akhir. Mesin partai yang mendukung Asyik terutama PKS, lanjutnya, bisa bergerak secara optimal memanfaatkan kondisi tersebut.
"Sementara paslon lain mengendurkan kampanye karena ada keterbatasan logistik," ujarnya.
Selain itu, ungkap Firman, pada saat-saat terakhir tersebut paslon Rindu dan Deddy-Dedi banyak mendapatkan serangan kampanye hitam. Hal itu pula, menurutnya, yang membuat suara Asyik terdongkrak naik secara signifikan.
"Sementara Rindu dan Deddy-Dedi mengalami penurunan. Asyik juga unggul di wilayah mengapolitan, yang merupakan kantong-kantong pemilih dengan suara yang signifikan," paparnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
