Prabowo Dibilang Kehabisan Duit, Demokrat Klaim Siap Biayai
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Isu kalau Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kehabisan "logistik" untuk keperluan Pilpres 2019 mendapat pembelaan dari Partai Demokrat.
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan momen pilpres ini bukan cuma urus masalah uang, namun rakyat yang lebih penting.
"Logistik gampang, dompet saya banyak. Tulis besar-besar, Ferdinand siap membiayai pilpres ini," kata Ferdinand sebelum pertemuan antara SBY dan Prabowo pada Selasa (24/7/2018) malam.
Adapun, pertemuan antara Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, kata dia, adalah pertemuan final untuk menentukan kesepakatan.
Karena, ujarnya, dalam pertemuan tingkat awal, yakni yang dilangsungkan para elite-elite kedua parpol, sudah ada pembicaraan pokok yang mana sudah menemukan banyak kesamaan pandangan.
"Jadi, kemungkinan besar pertemuan ini akan menghasilkan kesepakatan," ujar dia.
Bentuk kesamaan pandangan antara SBY dan Prabowo bisa terlihat dari penggunaan seragam batik yang dipakai kedua petinggi parpol serta elite-elite lain yang mendampinginya.
Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, penggunaan batik ini untuk menyambut calon koalisi ini bertujuan untuk menghormati kearifan lokal Tanah Air.
"Kita menggunakan batik lengan panjang untuk menggambarkan kearifan lokal kita," ujar Hinca.
Selain itu, alasan dipilih batik dalam pertemuan dua tokoh mantan militer ini, karena pakaian tersebut merupakan salah satu kebanggaan Indonesia di dunia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
