Prabowo Bisa Menang di Pilpres, Kalau...
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Calon Presiden usungan Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dinilai bisa saja menang dalam kompetisi Pilpres 2019, saat berhadapan dengan sang petahana Joko Widodo (Jokowi).
Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, pertama adalah perhitungan soal tidak amannya elektabilitas incumbent, yang kurang dari 60 persen.
"Artinya, ada sekitar 50an persen publik yang ingin perubahan," kata Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) kepada rilis.id, Selasa (24/4/2018).
Menurut dia, kekuatan petahana harusnya di atas 60 persen. Itu menandakan bahwa publik puas dan senang dengan kebijakan serta kondisi di rezim tersebut.
"Lihat Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), waktu jadi Gubernur DKI Jakarta. Hasil surveinya 70 persen. Tapi kalah karena masalah lain yah, salah bicaranya dia (menistakan agama)," kata dia.
Solusinya, Jokowi jangan sampai melakukan blunder politik. Selain itu, ia pun harus menunjukkan kerja nyata yang benar-benar dirasakan publik nanti.
Peluang Prabowo
Ia mengatakan, Prabowo bisa saja unggul nantinya kalau Jokowi atau timnya melakukan suatu kesalahan. Ini belum terhitung jika perekonomian pada 2019 bergejolak.
"Jika 2019 nanti ekonomi gonjang-ganjing, Prabowo akan naik," ujar Ujang.
Menurut dia, hitungannya kalau Jokowi turun, maka Prabowo pasti akan naik elektabilitasnya. Dan, meski saat ini petahana masih kuat di survei, tapi politik itu dinamis.
Semisal, Jokowi juga sempat ditanya soal kemungkinan menggandeng Prabowo sebagai cawapresnya, dijawabnya semua itu adalah opsi terbuka. Artinya, pihak Jokowi juga sangat memperhitungkan kekuatan Prabowo.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
