Pilgub Jabar Kalah, PDIP Tetap Bangga
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — PDIP menerima kekalahan pasangan calon gubernur dan wakil gubernurnya di Pilgub Jawa Barat dengan legowo. Sementara quick qount yang dihimpun Saiful Muzani Research and Consulting atau SMRC dengan data yang masuk 97,75 persen menunjukan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul dengan perolehan 32,16 persen suara.
Disusul Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebesar 29,65 persen, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memperoleh 25,41 persen suara. Sementara, jagoan PDIP Tb Hasanuddin-Anton Charliyan mengantongi prosentase suara 12,79 persen.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku, Jawa Barat memang sengaja dipertimbangkan sosok Tb. Hasanuddin-Anton untuk melakukan konsolidasi internal parpol.
"Memang proses konsolidasi kepartaian yang dilakukan partai punya pertimbangan-pertimbangan mengapa mengusung Pak Tb Hasanuddin dan juga Pak Anton Charliyan untuk melakukan konsolidasi di internal partai," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2018).
Selain itu, Tb Hasanuddin yang merupakan kader PDIP juga bertugas mengamankan suara Jabar menjelang pilpres. Sebab, lumbung suara terbanyak ada di bumi pasundan.
Terbukti dengan mengusung tunggal calon gubernur, PDIP bisa meraih capaian hampir 13 persen hanya di daerah tersebut. Nyaris mendekati target partai sebesar 14 persen.
"Itu strong point kita itu 14 persen itu masih bisa dijaga oleh paslon Pak Tb yang menunjukan loyal supporter dari PDIP tetap solid di provinsi Jawa Barat tersebut," terangnya.
Sehingga meski kalah, PDIP tetap bangga dengan hasil perhitungan suara dari Pilkada Jabar yang dilakukan serentak hari ini. Perolehan suara ini pun murni dan bulat dari loyalis PDIP, belum lagi ditambah jika berkoalisi.
"Dari survei memang suara dari PDIP 17 persen (sebelum pilkada) suara the original supporter dari PDIP. Kalau kalah menang sebelumnya Jabar sudah 2 periode dipimpin Aher," klaimnya.
Hasto menambahkan, kekalahan cagub cawagub yang diusungnya dari Ridwan Kamil-Uu lantaran walikota non aktif Bandung itu kerap menggunakan baju berwarna merah yang merupakan warna kebesaran partai banteng.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
