Pertemuan SBY-Prabowo Bakal Menentukan Capres-Cawapres?

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

24 Juli 2018 20:40 WIB
Elektoral | Rilis ID
Pertemuan Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo di Jakarta. FOTO: Istimewa.
Rilis ID
Pertemuan Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo di Jakarta. FOTO: Istimewa.

RILISID, Jakarta — Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto akan menentukan koalisi politik di 2019.

Khususnya, terkait capres dan cawapres ke depan. Ia mengatakan besar kemungkinan partai Demokrat dan Gerindra akan berkoalisi.

"Kita membahas langkah politik yang kita lakukan malam ini, akan ke mana, seperti apa, itu yang akan kita lakukan. Kalau poin kita belum jelas ini lah, intinya kita untuk koalisi," kata Ferdinand sebelum pertemuan tersebut di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Menurut Ferdinand, kedatangan Prabowo sangat dinantikan Demokrat. Sebab dikatakannya, selama ini parpolnya juga belum menemukan titik terang dengan partai koalisi Joko Widodo.

"Kita memang serius komunikasi politik dengan Gerindra, Karena apa, dikoalisinya pak Jokowi kan sampai hari ini tidak pernah mendapat kejelasan," tambah dia.

"Bahkan dari beberapa kali pertemuan pak Jokowi dan SBY, kalo enggak salah empat sampai lima kali, tidak mengerucut menjadi sebuah kesepakatan," paparnya.

Lebih jauh, ia pun berharap agar pertemuan kedua Ketua Umum Partai kali ini membuahkan hasil yang signifikan. "Kita mengharapkan pertemuan ini menghasilkan sesuatu," tutur Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya berlangsung pada Selasa (24/7/2018) malam di kediaman SBY kawasan Mega Kuningan Jakarta.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya