Pemilihan Wabup Mesuji Macet, Tersisa Tiga Nama
Juan Situmeang
Mesuji
Ketua DPD Partai Golkar Mesuji, Winarno, menyebutkan lima partai pengusung kecuali PKS, sepakat dan mengirim surat ke Saply TH. Masing-masing ditandangani ketua dan sekretaris.
”Surat dari partai pengusung sudah kita kirim ke bupati 9 Oktober 2020 untuk diteruskan ke DPRD Mesuji,” ujarnya, belum lama ini.
Namun surat tersebut masih belum diteruskan oleh Saply ke DPRD Mesuji. Kabarnya, ini disebabkan PKS yang tetap hanya mengusung satu nama.
Sementara, bupati mengirim pemberitahuan pada enam partai pengusung untuk mengajukan usulan nama wabup, termasuk PKS.
”Juga PAN hanya ditandatangani sekretaris, belum lengkap. Jadi masih prematur. Takutnya bermasalah di kemudian hari,” kata sumber rilislampung.id.
Dalam penjelasannya, Ketua DPD PKS Mesuji, Maulani, mengatakan PKS sudah menggunakan hak konstitusionalnya. Yaitu berpartisipasi dalam pengusulan bakal calon wabup yang dibahas dalam rapat koalisi partai pengusung.
Dalam rapat itu kata Maulani pihaknya sudah menyampaikan dasar pengusulan bakal cawabup yaitu pasal 176 UU 10/2016.
”Dan sekaligus menjawab surat bupati yang meminta kami (PKS) mengajukan nama calon wakil bupati, sebagai partai pengusung. Kami mengusulkan Hendra Wijaya Kusuma,” terangnya.
Namun terakhir, Maulani menjelaskan proses mengajuan nama masih terus diproses di internal. DPD mesti mengajukan ke DPW (provinsi).
”Mudah-mudahan segera ada perubahan untuk ke dua nama yang sudah ada saat ini, Haryati Candralela dan Arief TH,” terusnya, Sabtu (17/10/2020).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
