Pelukan Prabowo-Jokowi Laksana Oase di Padang Pasir

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

31 Agustus 2018 10:31 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Instagram
Rilis ID
FOTO: Instagram

RILISID, Jakarta — Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, mengatakan pelukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersama atlet pencak silat Indonesia yang berhasil meraih medali emas, Hanifan Yudani Kusumah, bagaikan oase di padang pasir.

Menurutnya, yang dilakukan kedua calon presiden itu dapat menjadi penyejuk di tengah memanasnya suhu politik menjelang Pilpres 2019. 

"Para elite politik yang lain, termasuk para penggerak aksi #2019Ganti2Presiden semestinya bisa belajar dari sikap Jokowi dan Prabowo," kata Karyono melalui siaran persnya kepada rilis.id, Kamis (30/7/2018).

Ia menilai, pelukan Jokowi dan Prabowo di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu memiliki pesan yang penting bagi masyarakat. 

Kedua bakal calon presiden itu, lanjut dia, ingin mengajak kepada para pendukungnya untuk menjaga perdamaian dalam kompetisi Pilpres 2019 nanti. 

Selain pesan perdamaian, imbuh Karyono, pelukan yang dilakukan di tengah arena Asian Games 2018 itu juga memiliki makna agar pilpres 2019 berlangsung fair play dan profesional.

Jokowi dan Prabowo, menurut dia, ingin mengimbau agar pertarungan pilpres belajar dari pertandingan pencak silat di Asian Games tersebut. 

"Siapapun pemenangnya tetap harus saling menghormati dan mengedepankan persatuan untuk kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya. 

Selain melalui simbol berpelukan, harap Karyono, Jokowi dan Prabowo juga perlu memberikan instruksi dan komando kepada para pendukungnya. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa mengikuti keinginan kedua tokoh tersebut. 

"Sikap Jokowi dan Prabowo yang telah memberikan contoh berpolitik yang menjunjung tinggi persatuan ini harus terus dilakukan dan menjadi contoh bagi elit politik yang lain," tegas Karyono. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya