Pakde Karwo Dinilai Laik Dampingi Jokowi

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

3 Agustus 2018 10:05 WIB
Elektoral | Rilis ID
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2015-2019 sekaligus mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2015-2019 sekaligus mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Surabaya — Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo, mengaku terkejut dengan muncul wacana media sosial yang memproklamirkan #JokowiKarwo.

Menurut dia, tagar yang sampai viral ini, memberi penyegaran di tengah hingar-bingar isu pilpres. Di mana, isu tersebut cuma berputar-putar tanpa kejelasan sosok cawapres.

"Baik itu di kubu Prabowo maupun di kubu Joko Widodo," kata Mochtar kepada wartawan pada Jumat (3/8/2018).

Dengan munculnya nama Soekarwo, atau Pakde Karwo ini akan menambah wacana publik, serta bisa dijadikan pertimbangan bagi Jokowi bersama parpol pengusungnya.

Direktur SSC ini memprediksi, viralnya #JokowiKarwo itu muncul secara spontan dari masyarakat Jawa Timur. Karena bisa dimaklumi memang prestasi mantan gubernur ini sangat signifikan.

"Ia (Soekarwo) mampu meningkatan ekonomi rakyat kecil, mampu menjaga kondusifitas di jatim dan banyak lagi," ujar dia.

Makanya, wajar bila masyarakat Jatim khususnya menganggap sosok Pakde Karwo ini cocok mendampingi Jokowi, dan sayang kalau harus pensiun begitu saja.

Masyarakat mungkin sedang berharap bila sosok pejabat seperti Soekarwo tetap aktif dalam pembangunan bangsa ini, bila perlu menjadi kandidat di Pilpres 2019.

"Entah jadi capres ataupun cawapres," tambahnya.

Kata Mochtar, suara dari warganet yang sampai viral ini, tentu akan mempengaruhi diskusi penentuan cawapres Jokowi di elite nasional. Artinya, figur alternatif sangatlah dirindukan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya