PPP: Koalisi Pendukung Jokowi Redam Isu dari Oposisi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani menyatakan, partai koalisi pendukung Joko Widodo diminta untuk bisa meredam isu-isu atau kritikan yang dilontarkan oleh pihak oposisi.
Permintaan tersebut merupakan salah satu keputusan yang diambil dalam pertemuan antar Sekjen parpol pendukung Jokowi di Istana Bogor, Selasa (31/7/2018) malam.
“Parpol koalisi punya pengetahuan dan pemahaman yang sama sehingga ketika yang di luar pemerintahan menyoroti atau mengkritisinya, maka parpol punya bahan untuk ikut merespon. Seperti ketika SBY dan Prabowo bicara soal kemiskinan,” kata Arsul di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Selain itu, parpol koalisi diminta untuk menyampaikan rencana aksi kegiatan baik yang bersama maupun sendiri, terkait dengan ikhtiar pemenangan Pak Jokowi dan cawapresnya nanti yang sudah disepakati diantara parpol-parpol koalisi ini dalam pertemuan terpisah sebelumnya.
“Arahan khusus Pak Jokowi adalah terkait dengan keinginan beliau agar pesta demokrasi baik itu pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden tidak selalu diwarnai dengan ketegangan, permusuhan," lanjutnya.
Jokowi, kata Arsul Sani, juga meminta agar partai-partai tetap membuka ruang komunikasi yang baik meski dalam kontestasi.
"Istilah milenialnya sersan, serius tapi santai. Jangan musuhan seperti soal hidup mati,” ungkap anggota Komisi III DPR RI itu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
