PKS-Demokrat Rebutan Cawapres, Pengamat: PAN Bisa Diuntungkan
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai, perebutan kursi cawapres untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dapat menguntungkan Partai Amanat Nasional (PAN).
Di mana upaya tarik menarik posisi pendamping Prabowo itu memang tengah diperjuangkan PKS dan Demokrat, yang masing-masing mengajukan calon.
"PAN memang mencalonkan ketumnya Zulkifli Hasan, namun dalam pertemuan koalisi mereka tak pernah mendesak Prabowo memilih cawapres dari pihaknya," kata Ray pada Jumat (3/8/2018).
Sedangkan, PKS masih mengupayakan hasil ijtimak ulama yang merekomendasikan Salim Segaf Al Jufri. Lalu, Demokrat menyodorkan putra mahkota Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Situasi di koalisi itu bisa balik menguntungkan PAN. Kalau di antara dua partai ini enggak punya kesepakatan, bisa-bisa PAN yang dapat (cawapres)," ujarnya.
PAN, kata Ray, tengah dalam posisi menunggu kedua poros yang tengah menjajaki calonnya. Namun belakangan, PAN dikabarkan mengendorse Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo.
"Kalau PKS dan Demokrat tidak punya titik temu malah yang dapat PAN. Titik temunya disitu, makanya mungkin PAN adem ayem aja menunggu," kata Ray.
Sejauh ini, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon, koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 masih melakukan sinkronisasi.
Baru pada Kamis, 2 Agustus kemarin malam, para elite parpol kembali melangsungkan pertemuan. Namun, kata dia, bukan pada membahas wacana capres-cawapres.
"Akan lebih banyak membicarakan hal-hal terkait deengan teknis, bukan substantif seperti cawapres karena domain para ketua umum," ujar Fadli, kemarin.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
