PKS Bisa Diandalkan, Prabowo Disarankan Tinggalkan Demokrat

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

3 Agustus 2018 17:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Hukum dan Advokasi Gerindra, Jakarta, Kamis (5/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Hukum dan Advokasi Gerindra, Jakarta, Kamis (5/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe, mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra hendaknya tak mengabaikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan memilih Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres. 

Pasalnya, kata Ramses, justru PKS yang selama ini terbukti memiliki mesin politik andal dengan kader-kadernya yang militan di berbagai daerah.

Untuk itu, lanjut Ramses, dirinya menyarankan agar Prabowo memilih cawapres yang bisa diterima PKS dan mengabaikan Demokrat yang tetap memaksakan AHY. 

"Bila Prabowo melihat PKS punya infrastruktur politik untuk menang, maka dia bisa saja meninggalkan Demokrat. Tapi ini situasinya sangat dilematis," kata Ramses kepada rilis.id, Jumat (3/8/2018).

Ramses menilai, masuknya Demokrat di koalisi pendukung Prabowo justru menyulitkan posisi mantan Danjen Kopassus itu. Bahkan, ujar dia, Prabowo saat ini merasa terkekang dengan kehadiran partai berlambang bintang mercy tersebut. 

"Memang itu yang terjadi, Prabowo seperti terkekang dengan manuver Demokrat, sebab kalau mereka koalisi itu sudah memenuhi syarat," ujarnya.

Prabowo, ungkap Ramses, juga bisa memilih tokoh di luar parpol koalisi tersebut sebagai cawapresnya. Namun, tokoh itu harus bisa diterima oleh parpol koalisi lantaran kepentingan presidential threshold 20 persen yang harus dipenuhi Prabowo untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019 nanti. 

"Bisa juga mengambil tokoh lain di luar parpol itu," pungkasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya