PDIP Nilai Elektabilitas Jokowi Naik karena Kinerja
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai, hasil survei litbang sebuah media nasional terhadap elektabilitas tokoh nasional dalam bursa bakal calon presiden sejalan dengan kinerja dari masing-masing tokoh tersebut. Ia mengaku tidak heran bila elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih unggul.
"Kalau hasil survei menyimpulkan elektabilitas calon presiden petahana sangat tinggi melampaui nama-nama lainnya, itu tidak mengejutkan, karena Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden petahana mendominasi karya dan prestasi kerjanya," katanya di Jakarta, Selasa (24/4/2018).
Menurutnya, tokoh-tokoh yang diharapkan muncul dari partai-partai di luar pemerintahan, tidak memainkan perannya dengan baik dan simpatik, malah cenderung menyerang pemerintah. Hasil survei dari litbang sebuah media nasional ini, kata dia, paling tidak adalah refleksi dari aspirasi masyarakat sementara ini.
"Jika situasi terus berjalan kondusif dan stabil, maka elektabilitas calon presiden Jokowi dalam tiga bulan, enam bulan, bahkan setahun ke depan akan meningkat terus melampaui 60 persen, sehingga aman menuju Pilpres 2019," katanya.
Anggota Komisi I DPR RI ini menilai, tantangan terberat yang dihadapi Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDIP, bukan pada calon presiden penantang, tapi karena belum muncul tokoh nasional saat ini yang mempunyai kinerja seperti Jokowi.
Menurut Andreas, lawan Jokowi dalam menghadapi Pemilu Presiden 2019 adalah rumor dan slogan-slogan kampanye negatif yang diarahkan kepadanya.
"Politik identitas dan populisme akan semakin marak," katanya pula.
Dalam beberapa survei dari lembaga survei nasional dapat diketahui elektabilitas Jokowi yang terus naik dibandingkan dengan elektabilitas lawan-lawan politiknya, khususnya Prabowo.
Survei Cyrus Network misalnya menunjukkan elektabilitas Jokowi 58,5 persen sementara Prabowo hanya 21,8 persen.
Survei serupa yang dilakukan oleh Polcomm Institute yang diumumkan Maret 2018 menunjukkan elektabilitas Jokowi lebih tinggi daripada Prabowo.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
