NasDem: Koalisi Keumatan Jangan Sekadar Kejar Kekuasaan Saja
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua DPP Partai NasDem, Willy Adity, menilai, pertemuan antara Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Imam Besar FPI Rizieq Shihab merupakan hal wajar untuk berkoalisi di Pilpres 2019 nanti. Namun, koalisi tersebut harus mengedepankan visi-misi program kerja.
"Bagi NasDem, setiap partai punya hak untuk memilih kawan koalisi. Tapi yang terpenting dalam proses politik adalah gagasan apa yang ditawarkan untuk kemajuan bangsa dan umat. Jadi koalisi tidak boleh sekadar mengejar kekuasaan semata apalagi asal beda dan asal tidak suka," ujar Willy kepada rilis.id, Senin (4/6/2018).
Ia mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan pertemuan ketiga tokoh itu membentuk koalisi keumataan. Menurutnya, hal tersebut merupakan kompetisi di negara demokrasi.
"Namanya demokrasi terbuka tentu berbasis kompetisi, klaim nama keumatan Tentu bukan hal yang baru. Dalam tradisi politik Indonesia, dulu pernah ada poros tengah dengan basis Islam. Keumatan tak ubahnya sama dengan koalisi kerakyatan, tinggal berkompetisi secara sehat dan tidak berbasis kebencian," tandasnya.
Sebelumnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab bertemu dengan Prabowo Subianto dan politikus senior PAN Amien Rais di Mekkah, Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, Rizieq meminta agar terbentuk koalisi keumatan antara Gerindra, PKS, PAN, dan PBB.
"Bahwa Habib Rizieq Shihab meminta kepada Prabowo dan Amin Rais juga kepada pimpinan partai koalisi 212 untuk segera mewujudkan Koalisi Keummatan antara Gerindra, PKS, dan PBB," kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
