Menerka Restu Megawati di Pilkada Bandarlampung
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Siapa kandidat yang akan diusung PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bandarlampung tahun depan masih menjadi teka-teki.
Pastinya, tiga kader internal PDI Perjuangan tercatat telah menyatakan bakal ikut berkontestasi. Namun, tidak menutup kemungkinan partai berlambang banteng moncong putih itu mengusung kandidat dari partai lain sebagai calon wali kota.
Pengamat politik asal Fisip Universitas Lampung (Unila) Tony Wijaya mengatakan, bicara soal politik ada sifat parsial dan vertical. Artinya di level DPD melakukan verifikasi. Sementara, penentu terakhir tetap berada di tangan Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
Namun, kata dia, jika dilihat dari pengalaman kemarin di Muswil PDI Perjuangan Lampung, Eva Dwiana masih kuat. Sementara dalam pilkada kota Bandarlampung, ia menilai Wiyadi dan Tulus Purnomo hanya berharap dipinang menjadi wakil wali kota.
Menurutnya, selama ini dalam pilkada, faktor partai tidak terlalu pengaruh, karena partai hanya dibutuhkan untuk mendaftar.
Dia melanjutkan, pengalaman selama ini, satu partai pun tidak masalah jika cukup, karena wakil tidak pengaruh signifikan.
Tapi, jika untuk bargaining politik bisa saja, dan itu tidak ada masalah, serta tidak signifikan elektabilitasnya. Sebab, yang dilihat adalah calon wali kotanya. Maka, seperti Eva Dwiana ini sebenarnya diuntungkan karena modal suaminya yang merupakan Wali Kota Bandarlampung.
”Poster di mana-mana. Belum pengerahan RT-nya. Maka beruntung dia tinggal di Lampung. Kalau tinggal di Pulau Jawa, sudah habis dia di blow up sama media,” tegasnya.
Sementara, pengamat politik Unila lainnya Darmawan Purba mengatakan, di beberapa kesempatan, PDI Perjuangan pasti mengutamakan kadernya untuk dimajukan di Pilkada. Namun demikian, pastinya mereka memilih yang punya peluang menang besar.
”Ada beberapa opsi yang dipilih, karena ini Pilkada, jadi pilih yang punya peluang menang besar. Kalau pilihan politik itu memang agak rumit. Jika berbicara pengalaman dan kinerja politik, kalau pertimbangan kriterianya memobilisasi penggalangan publik yang besar dan sudah teruji adalah Bunda Eva. Itu dilihat dari suara pemilu legislatif kemarin yang berhasil mengangkat 4 orang di DPRD provinsi,” nilainya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
