Mahfud MD Ogah Bicara Cawapres, Ini Alasannya 

Sukma Alam

Sukma Alam

Yogyakarta

6 Juni 2018 09:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Yogyakarta — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD merasa tidak etis membicarakan peluang dirinya menjadi calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2019.

"Jika saya berbicara peluang (menjadi cawapres) berarti saya tidak tahu diri," kata Mahfud di Yogyakarta, Selasa (5/6/2018) kemarin.

Menurut dia, membicarakan peluangnya sendiri sebagai cawapres merupakan tindakan tidak tahu diri karena penentuan cawapres tidak lain merupakan wewenang partai politik (parpol) pengusung bersama calon presiden yang bersangkutan. 

"Sebab kalau saya berbicara itu berarti saya nggege mongso (mendahului kehendak Tuhan)," kata anggota dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Meski demikian, Mahfud mengakui hingga saat ini memang tidak mengetahui soal peluangnya untuk diusung sebagai cawapres pada Pemilu 2019. 
"Sampai saat ini tidak tahu, seperti halnya saya tidak tahu peluang Habib Rizieq (sebagai capres)," kata Mahfud sembari tertawa.

Terlepas dari peluangnya sendiri sebagai cawapres, ia berharap demokrasi di Indonesia bisa terus berjalan dengan baik sehingga ke depan muncul calon-calon presiden dan wakil presiden terbaik. 

"Saya tidak punya partai berarti saya tidak bisa bilang saya mau, khan partai yang mengajukan dan juga presiden yang menentukan," kata Mahfud yang juga Ketua Param Para Praja atau Dewan Penasihat Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya