Mahasiswa Lampung Sepakat Lawan Politik Uang
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Perwakilan mahasiswa Lampung dari berbagai lembaga kemahasiswaan yang ada di jurusan hingga unversitas di Kota Bandarlampung mendeklarasikan Gerakan 20.000 Mahasiswa Tolak Politik Uang.
Deklarasi yang diinisiasi Kementerian Kajian Politik dan Hukum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) ini dilakukan mengingat semakin masifnya serangan politik uang dari pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam kontestasi pemilihan gubernur tahun ini.
“Ini berawal dari keresahan mahasiswa se-Lampung. Sebelumnya kita punya pilkada center, terus kita punya tim penggerak anti-politik uang. Dari sini kita melihat bahwa pilkada di Lampung ini harus kita ingatkan perangkat-perangkatnya soal politik uang,” kata Jenderal Gerakan 20.000 Mahasiswa Tolak Politik Uang, M. Fauzul Adhim, Minggu (3/6/2018).
Meski diprakarsai mahasiswa Unila, Fauzul menegaskan gerakan melawan politik uang tersebut mengajak seluruh mahasiswa dari berbagai universitas atau perguruan tinggi yang ada di Lampung. Deklarasi awal sudah digelar di Graha Kemahasiswaan Lantai 2 Unila, pada Rabu (30/5/2018) lalu.
“Gerakan ini dalam rangka mengajak seluruh mahasiswa se Lampung bahkan se- Indonesia, karena mahasiswa ini dalam proses politik pilkada ini kita bersikap sebagai elemen yang menindak tegas dan melawan politik uang,” jelas Presiden BEM Unila ini.
“Jadi sikap kami bukan sebagai tim pemenangan. Kita tegas bahwa mahasiswa tidak berpolitik praktis, adapun mahasiswa yang mempunyai kedekatan dengan salah satu paslon itu secara pribadi," sambungnya.
Menurut Fauzul, gerakan mahasiswa tolak politik uang juga memiliki gerakan lainnya, seperti gerakan tiga mata.
“Ada namanya gerakan tiga mata. Dua mata manusia memperhatikan, satu mata kamera upload dan laporkan. Jadi kita kerahkan mahasiswa untuk bergerak ke ranah itu. Deklarasi kemarin kita akan bergerak secara konkret dan secara edukasi. Secara konkret kita akan melakukan beberapa aksi, secara edukasi kita adakan gerakan media dan sosialisasi seperti Lebaran pulang tapi tetap mengawasi money politics," tandasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
