Kotak Kosong di Pilwakot Makassar, PDIP: Rakyat Punya Kedaulatan

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

28 Juni 2018 09:14 WIB
Elektoral | Rilis ID
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Rekapitulasi perhitungan sementara suara pemilihan umum kepala daerah wali kota dan calon wakil wali kota Makassar 2018, kotak kosong mengungguli pasangan tunggal Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi. 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut hasil tersebut merupakan kedaulatan rakyat. Di mana rakyat bebas memilih figur pemimpin yang dikehendaki tanpa paksaan dan iming-iming.

"Itu juga menunjukkan bagaimana rakyat itu akhirnya punya kedaulatan kemerdekaan. Di beberapa waktu yang lalu kan sempat ada tindak kekerasan karena ketika ada upaya-upaya untuk menyatukan seluruh aspek-aspek kekuasaan itu pdada figur-figur tertentu," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro. Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2018).

Akan tetapi, lanjutnya, kemenangan kotak kosong juga perlu menjadi perhatian. Sebab, hal itu bisa menjadi sebuah kritik bagi pimpinan daerah di wilayah tersebut.

"Ya itu harus kita hormati sebagai sebuah kritik juga. Bagaimana suara rakyat itu tidak bisa dibungkam dengan kekuasaan," terangnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan Celebes Research Center (CRC), hingga pukul 17:31 WITA kotak kosong untuk sementara unggul dengan suara 53,56 persen.

Sedangkan pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) memperoleh suara 46,44 persen. Dengan data yang masuk 67 persen dan partisipasi pemilih hanya 60 persen.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya