Koalisi Jokowi Pecah karena Pilkada, Benarkah?

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 Juni 2018 16:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Ketua DPP Demokrat bidang Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahaean menduga koalisi partai politik pendukung Presiden Joko Widodo bisa terpecah karena Pilkada 2018. Ia melihatnya dari sikap PDI-P dan Partai Golkar yang saling mengklaim dukungan dari Jokowi di pilkada kali ini.

Ia pun menyebutkan pernyataan Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah yang kala itu mengatakan Jokowi mendukung Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jawa Timur. Tetapi di lain pihak justru Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Jokowi mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

"Ini kan menjadi polemik dan polemik ini berbahaya bagi koalisi Jokowi," kata Ferdinand di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Oleh sebab itu, ia meminta agar sebaiknya Presiden Jokowi bersikap netral. Atau bahkan jika memang mendukung ke salah satu kandidat untuk segera mengklarifikasinya.

"Apakah justru (Jokowi) main dua kaki? Nah ini jd pertanyaan kita," kata Ferdinand.

Menurutnya, jika memang Jokowi bermain dua kaki maka akan berdampak buruk pada koalisinya di 2019 mendatang. "Justru saat beliau ke kiri menyatakan mendukung, ke kanan menyatakan mendukung, justru itu merusak koalisinya. Kalau perkelahian opini semakin tajam, bisa bubar grak itu," kata dia.

Sebelumnya diketahui Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah memprotes Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang menyatakan Jokowi mendukung Khofifah di Pilgub Jatim. Ia menilai Airlangga mengadu domba Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Padahal, Jokowi dikatakan Basarah memutuskan untuk mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Hal itu sesuai dengan keputusan partai yang mengusung Gus Ipul-Puti di Pilkada Jatim bersama PKB.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya