Jokowi Tak Mau TKNnya Lakukan Politik Kebohongan

Default Avatar

Anonymous

Bogor

22 Oktober 2018 23:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

Menurut Budiman, ia ingin politik kebohongan menjadi perhatian bersama, tidak hanya untuk tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf tetapi seluruh komponen bangsa.

Karena lanjutnya, sebenarnya apapun, seakurat apapun seseorang jika selama politik kebohongan belum bisa dilawan maka kebenaran yang pertama menjadi korban.

"Bukan soal Pak Jokowi kalah atau kami kami kalah, yang dikalahkan adalah kebenaran," katanya.

Budiman kembali menekankan isu politik kebohongan bukan hanya perhatian timnya maupun tim Jokowi semata, tetapi menjadi perhatian bangsa terkait kewarasan.

Karena menurutnya, luka yang ditimbulkan dari politik kebohongan nantinya akan parah, siapapun yang akan menang kalau lahir dari kebohongan akan diwarisi oleh kebohongan.

"Kalau Pak Jokowi menang, Pak Prabowo menang dengan kampanye kebohongan semua akan diwarisi oleh sebuah bangsa yang kewarasannya sudah dirusak," kata Budiman.

Menurutnya, politik kebohongan merusak bagian dari otak yang LOFC (lateral Orbital frontal cortex) sebuah wilayah di otak yakni kemampuan manusia untuk menyaring informasi secara kompleks.

"Kalau otaknya sudah dirusak dengan isu-isu yang sifatnya murahan, recehan, yang kemudian membuat orang malas berfikir rumit, berfikir kompleks, menyaring mana yang benar dan salah," Budiman.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya