Jokowi Tak Mau TKNnya Lakukan Politik Kebohongan

Default Avatar

Anonymous

Bogor

22 Oktober 2018 23:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Bogor — Calon Presiden, Joko Widodo mengingatkan seluruh anggota tim kampanyenya untuk tidak melakukan politik kebohongan dan mengedepankan adu gagasan, demi mencerdaskan masyarakat.

"Jangan sampai jubir maupun influencer tim kita melakukan politik kebohongan, jangan! Saya mau memastikan satu per satu, jangan, jangan, jangan," kata Jokowi usai memberikan arahan dalam konsolidasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'arif di Hotel Santika, Bogor, Senin (22/10/2018) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengumpulkan seluruh juru bicara dan influencer TKN Jokowi-Ma'arif untuk memastikan tidak ada dari timnya melakukan politik kebohongan.

"Ini saja yang saya ulang-ulang," katanya, mengutip Antara.

Menurut Jokowi pihaknya ingin mencerdaskan masyarakat, membawa kematangan dan mendewasakan masyarakat dalam berpolitikan.

"Itu harus dimulai, seperti saya sampaikan adu gagasan, adu ide, adu prestasi, rekam jejak, masyarkat terus mulai kita bawa ke arah itu, jangan perpolitikan kita dibanjiri oleh politik kebohongan," kata Jokowi.

Sebelumnya, tim influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko menyebutkan kebohongan politik (hoaks) menjadi fokus utama untuk dibahas dalam konsolidasi ini.

"Politik kebohongan harus dilawan, saya banyak mengkaji soal politik hoaks, soal politik kebohongan yang banyak dipraktekkan di beberapa negara," kata Budiman.

Hasil kajiannya, politik kebohongan banyak dipraktekkan seperti di Amerika, Inggris, Kenya dan saat ini sedang berlangsung di Brazil, apa yang sudah dilakukan dengan pendeketan Cambridge Analitica.

"Supaya ini yang kita waspadai, jangan sampai terjadi di Indonesia," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya