Jokowi: Enggak Usah Recoki Saya dengan Urusan Elektabilitas

Sukma Alam

Sukma Alam

Purbalingga

23 April 2018 12:17 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Purbalingga — Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), meminta semua pihak untuk tidak merecoki pemerintahannya dengan urusan elektabilitas terkait pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Pasalnya, Jokowi tengah fokus menyelesaikan pekerjaannya sebagai kepala negara.

"Saya masih fokus konsentrasi pada pekerjaan-pekerjaan yang banyak yang belum selesai, enggak usah direcoki dengan urusan elektabilitas," kata Presiden Joko Widodo saat meninjau rencana pengembangan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (23/4/2018).

Mantan Gubernur DKI itu, mengaku masih begitu banyak program yang sampai saat ini belum rampung.

Karena itu, ia meminta kesempatan agar bisa tetap berkonsentrasi pada pekerjaannya itu hingga akhir masa kerjanya rampung pada 2019.

Namun, ia tampak tersenyum saat awal ditanya terkait dengan terus melonjaknya elektabilitas dan popularitas dirinya di kalangan masyarakat.

Dalam beberapa survei dari lembaga survei nasional dapat diketahui elektabilitas Jokowi yang terus naik dibandingkan dengan elektabilitas lawan-lawan politiknya, khususnya Prabowo.

Survei Cyrus Network misalnya menunjukkan elektabilitas Jokowi 58,5 persen sementara Prabowo hanya 21,8 persen.

Survei serupa yang dilakukan oleh Polcomm Institute yang diumumkan Maret 2018 menunjukkan elektabilitas Jokowi lebih tinggi daripada Prabowo.

Bahkan, untuk survei yang dilakukan Litbang Kompas juga menunjukkan hasil responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya