Jadi Saksi e-KTP, Ganjar Tak Merasa Terganggu Pencalonannya di Jateng
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Politisi PDIP Ganjar Pranowo merasa tidak terganggu pencalonannya di Pilkada Jawa Tengah 2018, karena sering diseret dalam kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).
Namun begitu, ia mengakui kerap menjadi bahan ejekan oleh beberapa pihak.
"Ah biasa saja. Tapi yang menggunakan ini untuk mem-bully sudah terjadi hehe," ungkapnya usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/2/2018).
Ganjar yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah ini, memang kerap dikaitkan namanya dalam kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. Hari ini bahkan ia dihadirkan lagi oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi saksi untuk terdakwa Setya Novanto.
Kendati demikian, Ganjar menerima resikonya menjadi bahan bully tersebut. Terpenting, ia akan membuktikan bahwa tidak terlibat dalam kasus tersebut.
"Enggak apa-apa kita tunjukkan ke publik apa yang sebenarnya terjadi," ucap Ganjar.
Sebelumnya, KPK memastikan pihaknya akan mengusut dugaan keterlibatan Ganjar Pranowo dalam kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut, pihaknya terlebih dahulu mematangkan fakta-fakta persidangan.
"Disebut-sebut itu perlu waktu, kami harus pelan-pelan (mengusutnya)," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang Rabu malam (31/1).
Ia pun menegaskan jika memang pria yang juga Gubernur Jawa Tengah itu terbukti terlibat dan menikmati hasil aliran dana, maka tidak segan-segan KPK akan memprosesnya. Menurutnya, sepanjang dua alat bukti cukup maka tidak ada alasan untuk meningkatkan penyidikan.
"Kalau memang bukti-buktinya ada, kenapa enggak, yang penting tahapanya," kata Saut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
